Peristiwa Rusia Dan Ukraina Pengaruhi Pasar Modal Indonesia, Ada Apa lagi?

rusia dan ukraina

Peristiwa Historis Pengaruhi Pasar Modal Indonesia, Apakah perang Rusia dan Ukraina termasuk? Secara historis, pasar modal sudah muncul sejak lama saat sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek sudah muncul sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal pada waktu itu di bentuk oleh pemerintah Hindia Belanda untuk sebuah kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.

Walaupun pasar modal sudah ada semenjak tahun 1912, pertumbuhan dan perkembangan pasar modal tidak berjalan seperti yang ada. Apalagi di beberapa periode aktivitas pasar modal mengalami kevakuman.

Perihal tersebut terjadi karena beberapa aspek seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia. Berbagai macam keadaan yang menimbulkan operasional bursa efek tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

 

Peristiwa Historis Saham yang Mempengaruhi Pasar Modal Indonesia, Salah Satunya Perang Rusia dan Ukraina

Berikut ini ada beberapa peristiwa historis yang mempengaruhi pasar modal Indonesia yang bisa Anda ketahui. Di antara beberapa peristiwa tersebut ada peristiwa yang sekarang ini mungkin sedang Anda jalani. Dari sini mungkin Anda bisa melihat seberapa besar peristiwa tersebut mempengaruhi berbagai pasar saham dunia atau bahkan mempengaruhi pasar saham Indonesia.

 

  1. Terhadap Perang Dagang Amerika Serikat dan Cina (Tahun 2018)

 

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina sudah mempengaruhi ekonomi secara global karena posisi mereka yaitu 2 kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Semenjak berprofesi jadi presiden terpilih pada pemilihan umum November 2016. Donald Trump berjanji akan mereformasi kebijakan perdagangan internasional terutama kepada Tiongkok dan Meksiko yang menyumbang defisit neraca perdagangan terbanyak.

Indonesia sebagai mitra dagang Amerika Serikat dan Cina, ikut terkena dampak pada ketegangan antara 2 negara tersebut. Perang dagang juga membuka kesempatan untuk Indonesia buat mengisi produk yang terkena tarif besar. Untuk pasar saham dalam negeri, perang dagang akan berakibat dalam jangka pendek karena terimbas pada bursa saham global.

Dampak terhadap IHSG tentu ada karena pengaruh market global yang juga turun. Ketegangan perang dagang juga membuka kesempatan harga batu bara Indonesia karena pemakaian batu bara Cina turun terimbas sentimen perlambatan ekonomi.

Pada masa perang dagang 2 negara ini maka untuk pergerakan indeks berada di kisaran 6140-an.  IHSG mulai mengalami penurunan lebih dari sekitar 2 persen. Pelemahan masih akan terus terjadi sampai akhir perdagangan sesi I meskipun sudah mulai menipis.

 

  1. Terhadap Black Wednesday (08 oktober 2008)

 

Saat para investor lagi bertransaksi, seketika otoritas bursa ataupun Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham. Kejadian pada waktu itu di kenal dengan sebutan “Black Wednesday“.

Kejadian ini kemudian tercatat sebagai salah satu momentum dalam pasar saham Indonesia. Dinamika kepanikan itu tampak dari respons Direktur Utama BEI yang tidak langsung memberikan uraian terpaut alasannya mengapa perdagangan saham di tutup.

Berbagai hal yang terjadi di bursa saham dalam negeri pada waktu itu juga merupakan klimaks dari serentetan kejadian yang membuat IHSG jatuh sampai 50,38% dalam setahun. Para investor di pasar saham waktu itu mulai merasa takut akan terjadi krisis seperti pada tahun 1998, yang di picu oleh krisis pasar keuangan Amerika Serikat (AS).

Baca juga  Apa Itu Saham Allo Bank? Simak Penjelasan Lengkapnya!

 

  1. Terhadap Turunnya Soeharto (Tahun 1998)

 

Terjadinya resesi ekonomi pada waktu itu mengharuskan Presiden Soeharto untuk segera meletakkan jabatannya. Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat memasuki ke seluruh bidang.

Anjloknya rupiah secara dramatis, menimbulkan pasar uang dan pasar modal juga mulai berjatuhan. Bahkan surat utang dari pemerintah terus merosot menuju ke tingkat di bawah junk atau jadi sampah.

Di pasar modal, untuk Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terlihat anjlok menuju ke titik terendah yaitu 292,12 poin. Pada tanggal 15 September 1998, dari poin 467,339 pada awal mula krisis tanggal 1 Juli 1997. Sedangkan kapitalisasi pasar menciut ekstrem dari Rp 226 trilyun jadi Rp 196 triliun pada awal Juli 1998. Perihal ini menimbulkan kesulitan bank semakin memuncak. Perbankan menghadapi negative spread dan tidak sanggup melaksanakan fungsinya sebagai pemasok dana ke zona riil.

 

  1. Pengaruh Saat ini Terhadap Peristiwa Perang Rusia dan Ukraina (Tahun 2014 – sekarang)

 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mulai terlihat berpotensi rebound 6.840 secara teknikal. Secara teknikal IHSG masih akan melaksanakan rebound.

Keadaan geopolitik Rusia dan Ukraina yang memanas tidak akan berakibat signifikan terhadap pasar modal Indonesia. Alasannya dari segi fundamental memperhitungkan kalau terbentuknya perang bisa membawa donasi positif untuk Indonesia, karena Indonesia merupakan penghasil komoditas terbesar di dunia.

Hendaknya para pelakon pasar untuk menjauhi saham – saham yang mempunyai market cap besar yang bisa jadi penekan indeks. Tidak hanya itu, juga disarankan untuk para pelakon pasar bisa mencermati saham – saham di zona komoditas, karena dengan adanya konflik akan menaikkan harga komoditas.

Adapun, pelemahan IHSG dan kebanyakan indeks asia akibat dari memanasnya hubungan Russia serta Ukraina yang membuat para pelakon pasar jadi takut.

 

 

  1. Pengaruh selama Masa Pandemi covid (Tahun 2019 – sekarang)

 

Pasar saham di Indonesia saat sebelum Covid – 19 cukup normal. Sesuai pantauan grafik diketahui menampilkan kalau IHSG cenderung normal saat sebelum tahun 2020 (Mei 2019 – Desember 2019). Pada Januari 2020 terjadi penyusutan nilai IHSG. Pada saat itu wabah Covid – 19 mulai timbul di Wuhan, Cina. Setelah itu menyebar ke negara- negara yang lain termasuk Indonesia dan memberikan dampak negatif.

Penyusutan nilai IHSG terbesar terjadi pada Februari dan Maret 2020 di mana Covid – 19 mulai memakan korban di Indonesia dan semakin bertambah jumlahnya dari waktu ke waktu. Pada akhir Maret 2020 pemerintah Indonesia mulai memberlakukan kebijakan bekerja serta berkegiatan dari rumah (work from home) kepada masyarakat negaranya.

Penyusutan IHSG dari zona 6300 sampai zona 3900 dalam waktu 3 bulan menampilkan kalau pandemi yang ada memang sangat parah. Sementara itu, bertepatan pada 31 Maret 2020 penandatanganan Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2020, yang mengendalikan pembatasan sosial berskala besar sebagai respons terhadap Covid – 19, baru diberlakukan.

Reaksi investor dalam keadaan ini cukup bermacam – macam dari beberapa forum ataupun media sosial. Ada pro kontra yang berkomentar IHSG masih akan turun, ada pula yang berkomentar IHSG akan rebound di kalangan investor.

Hal yang Harus Dilakukan Pemain Saham Ketika Kondisi Ekonomi Genting

Banyak investor asing yang memilih menanamkan modalnya pada aset safe haven seperti emas dan surat utang dan perlahan mulai melepas kepemilikannya ke Bursa Efek Indonesia. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Tentu saja, ada cara yang masuk akal untuk menghadapi penurunan saham yang parah karena kondisi ekonomi seperti terjadi perang ataupun merebaknya virus seperti sekarang ini!

Baca juga  IHSG Hari Ini Rabu 6 Juli 2022 Menguat, Incar Saham Ini!

Tunggu kepanikan Selesai, Seperti menunggu Perang Rusia dan Ukraina Mereda

Ini benar-benar normal untuk pasar saham turun ketika sentimen negatif menyebar. Kondisi yang paling umum adalah semi-panik. Bahkan jika saham jatuh di bawah harga biasanya, berhati-hatilah untuk tidak “mengejutkan” saham! Jangan membeli saat harga saham turun seperti sedang  menangkap pisau yang jatuh.

Menangkap pisau yang jatuh  bisa sangat menyakitimu! Jadi Anda harus sabar menunggu  kepanikan berlalu dan harga saham stabil. Kepanikan di pasar akan selalu berakhir! Saat pasar mulai berubah dari merah menjadi hijau, Anda bisa mulai mencari saham menarik untuk dikoleksi dengan harga diskon.

Tetap Simpan Saham Anda

Cara lain untuk melakukannya adalah dengan tetap menyimpan saham yang sudah Anda miliki. Apalagi jika Anda sudah memiliki saham-saham berkapitalisasi besar atau blue-chips yang merupakan saham-saham berkapitalisasi  besar dengan fundamental yang baik. Saham-saham dalam kategori ini adalah saham-saham dengan  kapitalisasi pasar di atas Rp 0 triliun. Sederhananya, Anda bisa merujuk pada saham-saham yang ada di indeks LQ

Saham-saham berkapitalisasi besar masih dapat disimpan untuk sementara waktu, karena saham-saham ini biasanya bangkit kembali paling cepat  setelah IHSG turun. Perlu diperhatikan bahwa cara ini hanya berlaku bagi Anda yang berinvestasi saham dengan menggunakan  idle money, karena tentu saja butuh waktu agar portofolio saham  Anda  kembali ke  harga beli saham semula atau pada harga wajarnya.

Selalu Memiliki Dana Likuid

Namun, jika Anda  yakin dengan portofolio saham Anda, pastikan Anda memiliki dana likuid yang dapat Anda gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti halnya sedia payung sebelum hujan, Anda juga perlu berhati-hati dalam mengelola investasi Anda. Pastikan arus kas Anda tidak terganggu jika  kondisi pasar yang tidak terduga muncul. Setidaknya dapur harus “berisik” meski stoknya fluktuatif, bukan?

Kondisi pasar saham  tidak selalu baik, tetapi bukan berarti Anda harus menyerah untuk menjadi investor pasar saham. Dengan perencanaan yang tepat dan hati-hati, Anda benar-benar dapat menghasilkan uang! Tunggu kepanikan, pertahankan saham Anda pada fundamental yang  baik, dan selalu jaga agar dana tetap likuid.

Inilah beberapa pengaruh peristiwa historis terhadap pasar modal Indonesia yang bisa Anda ketahui. Naik turun IHSG di pasar modal Indonesia memang secara tidak langsung terpengaruh dengan adanya berbagai hal yang terjadi di Dunia.

Money Management, Definisi dan penerapannya!
money management

Money Management definisi sederhananya adalah bagaimana mengelola keuangan, khususnya dalam trading. Beberapa dari Anda mungkin berpikir money management dalam trading Read more

Keadaan Pasar Modal Indonesia Pasca Konflik Rusia – Ukraina
pasar modal Indonesia

Hubungan Rusia dan Ukraina semakin memanas akhir-akhir ini. Ancaman terjadinya perang dunia ketiga antara Rusia dan Ukraina membuat khawatir banyak Read more

Saham Gorengan, Fenomena dan Keuntungannya
saham gorengan

Fenomena saham gorengan saat ini sedang naik, sebenernya apa sih saham gorengan itu? Yuk kita bahas. Saham gorengan lagi jadi Read more

Apa Itu Saham Allo Bank? Simak Penjelasan Lengkapnya!
saham-allo-bank

Apa sih saham allo bank itu? coba kita simak yuk!   - digitalbank.id   Beberapa waktu yang lalu, perbankan digital semakin Read more

Share this post!

Scroll to Top
Saham Gorengan