Pembelajaran

Tape Reading Saham

Posted

Di artikel sebelumnya, kami membahas mengenai apa saja yang perlu anda ketahui dari kedua metode olah saham di pasar modal. Ya, kedua metode tersebut adalah teknikal dan fundamental. Seseorang tidak harus berpegang teguh pada satu metode saja. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, ia bahkan dapat menggabungkan keduanya. Berbicara mengenai metode teknikal, ada beberapa cara atau teknik yang dapat digunakan, salah satunya adalah Tape Reading Saham.

             Tape Reading Saham adalah satu dari beberapa cara untuk melakukan forecasting terhadap harga saham. Untuk dapat mengaplikasikan teknik ini, diperlukan kemampuan untuk menganalisa. Hal itu sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, terlebih lagi apabila anda sudah mengetahui terlebih dahulu apa pengertian dari Tape Reading Saham itu sendiri.

Metode ini terkait dengan salah satu faktor yang mungkin anda sudah biasa jumpai pada saat melihat detail suatu harga saham, yakni table Bid dan Offer. Ya, seperti yang anda tahu, Bid adalah beli dan Offer adalah jual. Selain itu ada satu hal lain yang perlu anda perhatikan dalam melakukan Tape Reading, yang akan kami jelaskan terlebih dahulu di bawah ini:

Tape Reading Saham-Pengertian

Tape Reading Saham
from: nvestopedia.com

             Tape Reading Saham merupakan salah satu metode teknikal yang umum dijumpai pada aktifitas trading. Metode yang digunakan sebenarnya cukup sederhana. Pada dasarnya, metode Tape Reading adalah dengan melihat level bid dan offer dari saham tertentu. Namun, teknik ini tidak hanya sekedar melihat kedua variabel itu saja, namun langkah selanjutnya diperlukan aksi analisis.

             Lain halnya dengan melihat grafis harga saham seperti apa yang dilakukan pada trader secara umum, Tape Reading saham memperhatikan salah satu faktor, yakni level bid dan offer. Seperti yang kita tahu, bid dan offer sama saja seperti permintaan dan penawaran. Apabila bid lebih tinggi, maka semakin banyak pula yang tertarik untuk membeli saham tersebut. Bila offer menunjukkan angka yang tinggi, maka banyak yang berkeinginan untuk melepas saham.

Bid & Offer Di Tape Reading Saham

             Selain daripada memperhatikan tingkat bid dan offer dari saham terkait, hal lain yang harus diperhatikan adalah aktifias jual dan beli sekuritas, baik itu asing atau lokal. Hal ini untuk menyediakan informasi yang lebih banyak untuk dapat memperkirakan kemana gerak harga saham berdasarkan aktifias para pelaku pasar.

             Nah, dalam melakukan aktifitas Tape Reading, kedua hal tadi tidak boleh terlewatkan karena merupakan core dari Tape Reading itu sendiri. Informasi tersebut juga sangat mudah untuk diakses sehingga tidak memerlukan banyak waktu untuk melakukan analisa. Namun, disamping dari metode yang terlihat sederhana, aktifitas ini bisa dibilang menguras waktu.

             Seorang trader harus selalu memantau level bid offer dan juga aktifias buy dan sell dari sekuritas lokal atau asing. Apabila terlewat beberapa detik saja, maka akan menentukan hasil dari trading anda. Rugi dalam kurun waktu yang sangat singkat itu biasa ditemukan. Maka dari itu, selain dari skill analisa kesabaran juga sangat diperlukan dalam mengaplikasikan metode ini. Dan memang, masih banyak orang yang masih tidak memiliki kesabaran yang cukup dalam menganalisa, sehingga bukan keuntungan yang didapat, malah kerugian.

Apa yang Perlu Dilakukan Di Tape Reading Saham?

             Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan saham yang potensial untuk ditradingkan. Untuk langkah ini disesuaikan dengan preferensi anda sendiri sebagai seorang trader. Saran dari kami adalah untuk memilih saham yang cukup likuid untuk ditransaksikan. Hal ini untuk mencegah agar anda tidak nyangkut pada saham yang tidak profitable.

             Langkah kedua adalah dengan melakukan analisis dari tabel bid dan offer yang bisa dapat anda temukan dengan mudah. Tabel ini terdiri dari besaran lot dari masing-masing Bid dan Offer. Pada tabel ini kita dapat melihat berapa besaran lot pada kisaran harga tertentu. Untuk contohnya kira-kira seperti ini:

Tabel Bid Offer

             Dengan melihat tabel tersebut kita dapat memperoleh beberapa informasi yang penting. Informasi pertama adalah besarnya lot Bid daripada lot offer, yang menandakan bahwa harga saham diperkiran akan mengalami peningkatan. Selain daripada itu, kita dapat melihat titik support dan resistance. Titik support berada pada lot paling besar di sisi Bid, yakni pada harga 2.030. Sementara untuk titik resistance berada pada harga 2.100.

             Setelah anda melakukan analisis ringan terhadap kemungkinan naik atau tidaknya harga saham, yang perlu anda lakukan adalah melihat kepemilikan dari sekuritas lokal/asing. Apabila mereka cenderung mengakumulasi sahamnya, maka harga akan cenderung naik, begitu pula sebaliknya.

             Apabila level Bid memang lebih besar daripada Offer dan sekuritas terkait memutuskan untuk membeli, maka kemungkinan harga saham meningkat akan menjadi lebih besar. Namun apabila level Bid lebih besar namun sekuritas memutuskan untuk menjual, maka bisa jadi harga malah menurun.

Resiko Tape Reading Saham

             Melihat dari bagaimana anda dapat mengaplikasikan metode ini pada aktifitas trading yang anda lakukan, tentunya hal ini dapat dengan sangat mudah untuk dipelajari, terlebih lagi hanya terdapa dua model analisis yang dapat anda gunakan. Tape Reading dapat menjadi model analisis harga saham yang cukup efektif bagi anda untuk mendapatkan cuan di pasar saham. Namun, bukan berarti ia bebas akan segala resiko. Dalam melakukan Tape Reading, anda akan terpapar dengan berbagai macam resiko seperti:

             1. Pergerakan Harga Sangat Cepat

             Resiko yang dapat anda dapat dengan melakukan Tape Reading saham adalah mengalami penurunan harga yang sangat cepat. Hal ini akan membuat anda harus selalu memantau harga saham tiap waktu secara bertahap. Apabila anda miss beberapa waktu saja, bisa jadi anda akan jatuh ke dalam jurang kerugian. Maka dari itu, metode Tape Reading ini sesuai untuk trading cepat atau trading harian karena sifatnya yang membutuhkan waktu yang tidak banyak.

             2. Tape Reading Saham Mudah Dimanipulasi Bandar

             Dalam melakukan Tape Reading Saham, anda juga dapat ditipu oleh Bandar. Bagaimana maksudnya? Hal ini terjadi pada saham dengan split yang besar, meskipun tingkat Bid dan Offer nya dapat terlihat jelas. Bandar memanfaatkan momen ini untuk memberi kesempatan bagi trader untuk membeli saham yang terkait. Yang para trader tidak tahu adalah, Bandar dapat menjual kapan saja. Ia memang sengaja menunggu mereka membeli saham terkait untuk meningkatkan harganya. Apabila harga sudah dirasa tinggi, Bandar dapat segera menjualnya dan para trader yang malang pada akhirnya akan “nyangkut”.

             3. Tape Reading Tidak Bisa Selamanya Jadi Patokan

             Tape Reading menjadi salah satu metode teknikal saham apabila ada selisih yang berarti antara Bid dan Offer. Hal ini dapat menjadi tidak relevan apabila tingkat Bid dan Offer memiliki selisih yang sangat sedikit, atau bahkan sama. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa metode Tape Reading tidak dapat selalu dijadikan patokan sebagai metode trading yang dapat digunakan tiap waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *