Pembelajaran

Bluechip VS Saham Gorengan, Pemenangnya?

Posted

Introduction Bluechip vs Saham Gorengan

Di dalam pasar saham, anda diberi opsi untuk melakukan investasi pada perusahaan-perusahaan dengan segala ukuran yang telah berhasil IPO.  Ada beberapa jenis saham yang bisa anda jadikan pilihan. Jenis saham tersebut ialah Saham Bluechip, dan Saham Gorengan. Mereka tentunya memiliki keuntungan dan juga kekurangan. Apabila disandingkan, Bluechip VS Saham Gorengan kira-kira mana yang paling profitable?

             Melihat untuk atau tidaknya untuk menanamkan modal pada saham-saham Bluechip vs Gorengan, semua harus kembali pada tujuan awal anda. Anda ingin mendapatkan keuntungan lewat trading, atau ingin membuat tabungan yang profitable untuk masa yang akan datang.

Bluechip VS Saham Gorengan, Siapa Pemenangnya?
sumber: thebalance.com

Keunggulan Bluechip

Apabila anda termasuk dalam opsi yang kedua, maka saham Bluechip adalah pilihan yang paling sesuai, dengan berbagai keuntungan seperti:

1 – Jauh lebih aman dan stabil

             Hal yang membuat siapa saja tenang untuk menanamkan modal mereka pada saham Bluechip adalah faktor keamanan dan kestabilan. Karena Market Cap yang besar, kemungkinan Bandar untuk mengendalikan harga sangat kecil. Sehingga, harga dapat bergerak naik dan turun sesuai dengan keadaan fundamental perusahaan, kondisi bisnis, dan regulasi tertentu. Maka dari itu meningkat atau menurunnya harga saham terjadi karena pengaruh faktor yang normal. Selain itu, karena size nya yang besar, maka kemungkinan perusahaan saham Bluechip untuk liquid/ bangkrut juga kecil.

2 – Pertumbuhan baik

             Saham Bluechip merupakan pilihan yang terbaik bagi para investor, baik itu pemula atau senior di pasar saham. Saham-saham Bluechip didukung oleh aspek fundamental yang sangat baik. Anda dapat dengan mudah melihat performa perusahaan melalui laporan keuangan yang mereka terbitkan dalam kurun waktu tertentu.

3 – Dapat memberikan Dividen yang menggiurkan

             Salah satu hal yang diminati pada saat berinvestasi pada saham Bluechip adalah besarnya dividen yang dibagikan kepada shareholder. Anda dapat melihat besaran ini melalui rasio Dividend Payout yang dapat anda cari dengan mudah. Biasanya, perusahaan membagikan dividen satu atau dua kali dalam setahun. Dan besaran dividen itu sendiri sangat bervariasi. Tak jarang anda dapat menemukan beberapa perusahaan yang memiliki Dividend Payout Ratio lebih dari 100%

4 – Resiko yang amat kecil

             Karena aspek keamanan dan fundamental yang baik, saham-saham Bluechip merupakan saham yang memiliki resiko amat kecil. Karena saham-saham ini berada pada grade-grade yang aman, membuat mereka memiliki resiko likuiditas yang kecil. Investor juga dapat merasa lega karena mereka tidak harus takut memikirkan soal “nyangkut” di harga tertentu, karena biasanya saham-saham ini tergolong liquid.

Kekurangan Bluechip

             Selalu ada sisi lain dalam sebuah koin. Disamping nilai-nilai positifnya, ada beberapa kekurangan dari saham-saham yang tergolong dalam Bluechip ini:

1 – Harga tidak terjangkau

             Untuk mendapatkan beberapa keuntungan di atas, anda harus membayarnya dengan lumayan mahal. Harga saham-saham ini bervariasi, mulai dari ratusan ribu, hingga jutaan per lot nya (ITMG atau UNVR). Tidak jarang banyak orang yang rela menabung hanya untuk mendapatkan beberapa lot nya saja.

2 – Peningkatan harga masih perlu banyak waktu

             Peningkatan harga biasanya tidak terjadi dalam waktu yang cepat. Bahkan, butuh beberapa waktu agar harga dapat stabil atau bahkan menuju ke peningkatan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, seperti performa perusahaan, regulasi pemerintah, atau sektor bisnis. Meskipun cenderung lamban, peningkatan dengan perlahan ini normal, karena sejatinya peningkatan dalam tempo yang cepat mengundang kecurigaan.

3 – Growth tidak sebesar saham gorengan (kurun waktu singkat)

             Lain halnya dengan saham gorengan yang mampu mengalami peningkatan sebesar 10% atau 20% per harinya, pergerakan saham pada saham-saham Bluechip ini cenderung lebih kecil. Peningkatan sekitar beberapa persen saja merupakan hal yang sangat diharapkan. Namun, peningkatan dengan presentase kecil tersebut nilainya juga besar. Karena kembali lagi, karena market cap saham-saham Bluechip ini juga berada pada level yang besar pula.

Bluechip VS Saham Gorengan, Siapa Pemenangnya?
: money.howstuffworks.com

             Trading merupakan cara yang paling cepat namun juga dengan tingkat resiko yang tinggi untuk mendapatkan keuntungan lewat transaksi saham. Saham Gorengan, walaupun seringkali dihindari, dapat memberikan beberapa keuntungan, seperti:

Keunggulan Saham Gorengan

1 – Dapat memberikan keuntungan lebih cepat

             Salah satu hal yang menyebabkan banyak orang beralih profesi menjadi seorang trader adalah keuntungan yang didapatkan dari saham gorengan tiap harinya. Dengan level grwoth yang lebih besar dari perusahaan Bluechip tiap harinya, tak jarang seorang trader bisa mendapatkan keuntungan dari 5 atau 20% per harinya. Tentunya hal tersebut sangat menguntungkan.

2 – Harga sangat terjangkau

             Lain halnya dengan saham Bluechip yang harganya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, anda dapat memperoleh beberapa lot Saham Gorengan dengan harga kurang dari seratus ribu rupiah saja. Cukup murah bukan? Mengingat anda dapat mendapatkan beberapa ratus lembar saham dengan hanya satu lembar uang saja.

3 – Dapat dengan bebas diakuisisi Bandar

             Karena Market Cap yang sangat kecil. Hal ini memudahkan Bandar untuk mengendalikan harga dengan membeli atau menjual saham secara masif. Maka dari itu, tak jarang kita dapat melihat harga saham gorengan yang naik turun dengan sangat fluktuatif.

Kekurangan Saham Gorengan

1 – Sangat beresiko

             Masuk ke dalam transaksi saham gorenga, kita akan terpapar oleh beberapa resiko. Resiko pertama adalah pergerakan Bandar yang tidak dapat diprediksi. Kita tidak bisa menebak kapan harga saham akan naik atau turun, karena peran serta Bandar. Resiko kedua adalah kondisi dimana kita tidak bisa menjual saham yang kita punya akibat dari sedikitnya demand. Atau. Kata lainnya adalah nyangkut. Tidak sedikit trader yang sering nyangkut pada saham-saham gorengan. Maka dari itu, anda juga perlu ektra hati-hati.

2 – Pergerakan saham tidak dapat diduga

             Adanya aktifitas Bandar dalam membeli dan menjual sejumlah saham dengan masif menyebabkan harga saham yang fluktuatif. Kita tidak bisa menggunakan acuan kondisi bisnis atau pasar untuk menebak trend harga saham gorengan. Karena, Bandar dapat dengan bebas untuk mengendalikan harga. Terlebih lagi juga karena Institusi Finansial tidak dapat membeli saham-saham ini, menyebabkan Bandar bergerak secara leluasa.

3 – Menguras banyak waktu

             Hal yang perlu dipertimbangkan adalah waktu.m Investor yang menimbun dana mereka dengan membeli saham-saham Bluechip cenderung lebih santai. Bahkan mereka memantau harga dalam jangka waktu satu bulan, satu tahun, atau bahkan satu dekade sekali. Lain halnya dengan trader yang harus selalu memantai pergerakan harga saham di monitor.

Apabila mereka terlambat sedikit saja, maka sangat beresiko karena pergerakan saham yang menurun drastis. Meskpun akhir-akhir ini sudah ada fitur otomatisasi trading, namun tetap saja akan membuat hati kurang terasa tenang.

Bluechip VS Saham Gorengan, Siapa Pemenangnya?
sumber: guardian.ng

Konklusi Bluechip vs Saham Gorengan

             Melihat bagaimana keuntungan dan kekurangan dari saham Bluechip vs Gorengan, anda dapat menentukan mana yang paling sesuai dengan anda. Tidak ada yang menentukan teknis yang anda gunakan selain anda sendiri. Selain daripada oritentasi keuntungan, anda juga harus mempertimbangkan faktor lainnya seperti waktu, dana, dan lain sebagainya.

             Mana pun jenis saham yang akan anda ambil, ia akan dapat memberikan keuntungan bagi anda. Asalkan, keinginan anda harus dilengkapi dengan ilmu praktis  dan kemampuan analisis yang cukup dan memadai. Apabila ilmu-ilmu tersebut sudah anda miliki, maka mendapatkan keuntungan yang besar dari pasar modal bukanlah hal yang sulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *